Letters

first_imgMixed train dailySir – The successful Amsterdam – Milano OverNight Express (RG 5.01 p339) shows that inspiration, innovation and dedication can produce the high-quality service that just-in-time freight customers demand but seldom receive from rail. In this interesting experiment, the modern equivalent of the old-style ’mixed’ passenger and freight train, all parties appear to benefit – the freight from passenger speeds and reliable timetabling, while passengers are offered a premium service that might otherwise be uneconomic. It will be interesting to see whether NS Internationaal can find support for expansion of the service.ONE raises the wider question why more perishable goods cannot be moved by rail at passenger speeds, or actually in passenger trains. Could this not be a useful source of additional revenue for passenger operators? Amtrak has developed a significant income stream from its expanding mail and express traffic, carried on the back of its loss-making long-distance passenger trains. In Britain, mail and newspapers were traditionally moved in overnight trains which also included sleeping and seated accommodation; now all newspapers and most mail goes by road or air, and overnight passenger services have been decimated. Now the remaining dedicated mail trains are reportedly under threat because of their chronic unreliability. This is crazy.Such time-sensitive commodities should be natural candidates for passenger train service, but as so often happens poor performance and high cost hands the business to the road hauliers. Dutch-style innovation may seem unlikely on Britain’s fragmented railways, but Motorail has made a tentative comeback on the London-Cornwall route and some supermarkets are successfully moving perishable goods by rail.Unfortunately the modern trend towards near-exclusive use of multiple-units and fixed-formation trainsets makes a return to mixed operation difficult. On the other hand, France still has many overnight trains that could ensure 12h transits for, say, fruit and vegetables from the Midi to Paris if suitable wagons were available. And with Marseille now just 3h from Paris, how about converting a few older TGV sets to work a new premium service for perishables? Christophe BoisseauParisFrancelast_img read more

Inilah Yang Harus Dilakukan Pria Sejati di Dalam Kabin

first_imgwww.marketwatch.com Menggunakan pesawat terbang sebagai moda yang Anda pilih untuk menuju suatu destinasi terkadang menjadi hal yang menegangkan. Apalagi karena perlakuan sesama penumpang yang terkadang membuat perjalanan menjadi lebih bururk lagi.Baca juga: Inilah Beberapa Tipe Penumpang Pesawat, Anda Masuk Kategori Yang Mana?Salah satu halnya ialah dimana seorang penumpang pria yang kadang enggan membantu penumpang perempuan saat memasukkan barang mereka ke kompartemen atas. KabarPenumpang.com melansir dari laman dailymail.co.uk (27/11/2017), bahwa dalam mendapatkan jawaban pembahasan ini dilakukan survei tentang kebiasaan paling menyebalkan yang dilakukan pria saat penerbangan dan bagaimana seharusnya mereka menyesuaikan diri. Survei yang dilakukan pada 2000 responden oleh The Gentelman’s di seluruh Inggris dengan dua pertiganya pria menyatakan bahwa seorang pria harus menawarkan bantuan kepada sesama penumpang yang sedang berjuang untuk menyimpan barang bawaan di kompartemen kabin. Sebanyak 65 persen mengatakan terlalu banyak minum alkohol adalah salah satu masalah terbesar penumpang pria.Hal ini bisa membuat seorang pria menjadi anti sosial di antara penumpang lainnya bahkan untuk teman duduknya. Dimana seorang pria tidak meminta izin saat akan duduk atau berbaring di kursi. Para penumpang pria tidak boleh menunjukkan ketidaksukaannya pada seorang anak yang menangis.Ada 54 persen responden yang mengatakan penumpang pria banyak yang menaikkan sandaran tangan dan penumpang disebelahnya tidak menyukai hal tersebut. Sebenarnya, masalah manspreading pada umumnya tidaklah di sukai.Seperti halnya jika Anda seorang pria yang gagah berani, seharusnya belajar untuk membantu orang lain dengan tidak memakan tempat di kompartemen kabin dan hal lainnya. Ada 20 persen wanita yang menjawab survei merasa manspreading adalah dosa utama. Saat deplaning juga baiknya seorang pria tidak mendorong atau membuat kekacaun. Baiknya bantu penumpang turun dengan menurunkan tas penumpang lainnya yang berada di kompartemen kabin.British Airways baru-baru ini menangani tiket mid-fligh dan melakukan penyelidikan kepada penumpang di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis dan Italia terkait isu yang dimiliki kebanyak penumpang saat terbang. Dari survei yang dilakukan British Airways, 59 persen merasa nyaman dalam penerbangan.Baca juga: Kerap Dilecehkan, Awak Kabin Beberkan Kelakuan Penumpang MabukNamun, sebanyak 78 persen tidak menyukai penumpang lain melepas kaus kaki mereka. Dan 80 persen lainnya mengatakan bahwa dapat menerima jika dibangunkan dan harus melewati karena panggilan alam seperti ke toilet.Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Like this:Like Loading… RelatedPramugari Buat Akun Instagram Untuk ‘Share’ Perilaku Aneh Penumpang11/01/2019In “Basis Aplikasi”Tanpa Rasa Malu, Penumpang Ini Lepas Celana di Dalam Kabin Pesawat14/12/2017In “Destinasi”Bocah Dimasukkan dalam Bagasi Kabin, Foto Pria ini Menjadi Viral05/01/2019In “Featured”last_img read more